Sesuai
perkembangan ilmu pengetahuan kimia
organik saat ini banyak senyawa–senyawa obat yang diproduksi melalui jalur
sintesis dan dapat digunakan dalam berbagai penyakit, salah satunya untuk
mengobati stres dan gangguan jiwa. Sintesis yang dilakukan mulai dari metode
yang paling sederhana sampai dengan metode yang paling rumit. Salah satu cara mengembangkan obat baru di
bidang kimia organik adalah dengan memodifikasi struktur. Dengan
memodifikasi struktur obat dari senyawa induk dapat menyebabkan terjadinya
perubahan terhadap sifat fisika kimia senyawa dan aktivitas biologisnya
berdasarkan pemilihan gugus yang ditambahkan dalam struktur obat. Salah satunya adalah
obat-obatan kemoterapi yang dapat dibagi menjadi beberapa golongan
berdasarkan faktor bagaimana obat itu bekerja, struktur kimia obat dan hubungan
obat yang satu dengan obat lainnya.
Beberapa obat kemoterapi digolongkan bersama karena berasal dari sumber tanaman
yang sama. Beberapa obat juga memiliki mekanisme kerja lebih dari satu cara,
sehingga obat tersebut memiliki lebih dari satu golongan. Mengetahui bagaimana
suatu obat bekerja adalah penting dalam memperkirakan efek samping yang akan
terjadi. Hal ini membantu ahli onkologi memutuskan obat mana yang dapat bekerja
dengan baik. Informasi ini juga akan membantu para ahli dalam merencanakan kapan
tepatnya setiap obat harus diberikan (seberapa sering diberikan) jika
lebih dari satu obat yang akan digunakan.
Anthracycline merupakan antibiotik anti-tumor yang mengganggu enzymes involveddalam replikasi
DNA. Obat ini bekerja di semua
fase siklus sel. Golongan obat ini juga digunakan secara luas untuk berbagai kanker. Pertimbangan utama ketika memberikan obat
ini adalah bahwa golongan obat ini secara
permanen dapat merusak jantung jika diberikan dalam dosis tinggi. Untuk alasan
tersebut, diperlukan batasan penggunaan dosis bagi seseorang untuk seumur
hidup. Salah satu anthracycline
merupakan senyawa mitomycin. Terdapat
dua jenis mitomycin yang telah diisolasi dari Streptomyces caesipitorus, yaitu :
Sejak
Tahun 1960-an karena aktivitas spektrum yang luas
melawan tumor padat mitomycin C,
telah digunakan secara klinis untuk kemoterapi kanker. Selain
aktivitas antitumornya, mitomycin C
memiliki variasi yang spesifik efek
biologis pada sel mamalia atau mikroorganisme, termasuk selektif Penghambatan
sintesis DNA, rekombinasi, kerusakan kromosom, petukaran kromatid , dan induksi
perbaikan DNA (respon SOS) pada bakteri. Berikut ini adalah
beberapa struktur dari senyawa mitomycin, yaitu sebagai berikut :
Mitomycin adalah antitumor, antibiotik yang
digunakan secara khusus dalam pengobatan kanker. Mitomycin memperlambat atau
menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dalam tubuh. Mitomycin merupakan obat antitumor yang efektif. Obat ini digunakan untuk beberapa jenis
kanker, termasuk kanker kandung kemih, anus, dan leher rahim. Mitomycin ini sering dikombinasikan dengan obat lain. Tipe dan luasnya
kanker menentukan seberapa efektif obat ini memperlambat atau menghentikan pertumbuhan
sel-sel kanker dalam tubuh.
Mekanisme reaksi
mitomycin sebagai obat antikanker adalah berikatan dengan DNA tumor sehingga
replikasi DNA dari tumor terganggu dan lama kelamaan akan mati. Berikut ini
adalah mekanisme reaksinya :
Berdasarkan mekanisme reaksi di
atas , pada tahap I mitomycin c direduksi yang berfungsi untuk
melindungi gugus fungsi karbonil sehingga struktur nya berubah menjadi ; o
karbonil (atas) menjadi elektropositif dan peb nya berdelokalisasi pada cincin
siklik, serta o karbonil (bawah) menjadi oh. Berikut ini adalah reaksi yang
terjadi pada tahap I.
Pada tahap II terjadi pelepasan
–Ome dari struktur menjadi MeOH sehingga electron berdelokalisasi pada cincin
siklik membentuk ikatan rangkap, seperti dijelaskan pada reaksi berikut :
Selanjutnya pada tahap III,
struktur mitomycin mengalami reaksi alkilasi oleh DNA tumor, reaksinya adalah
sebagai berikut :
Pada tahap IV, DNA membentuk
siklisasi dan melepas gugus –OCONH2 yang diilustrasikan pada gambar
berikut ini :
Pada
tahap akhir, terjadi reaksi oksidasi untuk mendapatkan gugus karbonil pada
struktur awalnya, reaksinya adalah sebagai berikut :
Senyawa mitomycin dapat
disintesis di laboratorium dengan menggunakan pendekatan kishi, dimana pada
pendekatan kishi ini, menyatakan bahwa mitomycin dapat disintesis menggunakan
precursor sederhana awalnya orto-dimetoksi toluene. Berikut ini adalah
mekanisme reaksi secara keseluruhan pendekatan kishi senyawa mitomycin :
Berikut ini adalah mekanisme reaksi sintesis senyawa
mitomycin berdasarkan pendekatan khisi-nya yang meliputi beberapa tahapan,
yaitu :
1. Pembentukan senyawa intermediet aromatik
2. Siklisasi transannular
3. Pembentukan Cincin Medium
Sumber :
Coleman, R. S.; Chen, W. “A Convergent Approach to the Mitomycin Ring System,” Org. Lett. 2001, 3, 1141-1144
Pamela
C, dkk. 2005. Farmakologi Ulasan
Bergambar. Edisi II. Jakarta: Widya Medika
Tan
Ht. 2002. Obat-Obat Penting,Khasiat,Penggunaan,Dan
Efek Sampingnya. Edisi V. PT. Alex Media Komputindo. Jakarta: Erlangga





















Apakah itu yang dinamakan kemoselektivitas? Dan jika ada dapatkah anda memberikan contoh dari kemoselektivitas?