Sabtu, 11 November 2017

Artikel 2 (Gugus Pergi dan Pengaruh Gugus Tetangga)

  • NUKLEOFILILISITAS/KENUKLEOFILAN


Dalam kimia nukleofil adalah reagen yang membentuk ikatan kimia terhadap partner reaksinya. Nukleofil adalah sebuah spesies (ion atau molekul) yang tertarik kuat ke sebuah daerah yang bermuatan positif pada sesuatu yang lain. Nukleofil bisa berupa ion-ion negatif penuh, atau memiliki muatan yang sangat negatif pada suatu tempat dalam sebuah molekul. Nukleofil-nukleofil yang umum antara lain ion hidroksida, ion sianida, air dan amonia
Nukleofilitas adalah ukuran kemampuan suatu pereaksi  untuk menyebabkan nukleofil melakukan reaksi substitusi. Bila suatu reaksi substitusi melibatkan nukleofil, maka reaksi tersebut disebut substitusi nukleofilik (SN), dimana S menyatakan substitusi dan N menyatakan nukleofilik. Pada kimia organik maupun anorganik , substitusi nukleofilik adalah suatu kelompok dasar reaksi subtitusi dimana sebuah nukleofil yang "kaya" elektron, secara selektif berikatan dengan atau menyerang muatan positif dari sebuah gugus kimia atau atom yang disebut gugus lepas  (leaving group). Spesies yang bertindak sebagai penyerang adalah nukleofil (basa Lewis),yaitu spesies yang dapat memberikan pasangan elektron ke atom lain untuk membentuk ikatan kovalen. Perubahan yang terjadi pada reaksi ini pada dasarnya adalah: suatu nukleofil dengan membawa pasangan elektronnya menyerang substrat (molekul yang menyediakan karbon untuk pembentukan ikatan baru).


Dalam reaksi di atas adalah substitusi alkil halida dengan gugus hidroksi OH-. Pada alkil halida ini, ada yang disebut gugus pergi. Gugus pergi adalah gugus yang digantikan oleh gugus lain dalam reaksi. Jika dicontohkan pada reaksi di atas, maka gugus perginya adalah Brom (Br-). Dari gugus pergi ini, ada yang disebut gugus pergi yang baik dan gugus pergi yang jelek. Dalam hal ini adalah unsur-unsur halogen (unsur golongan 17), maka tingkat ke-mudah-pergian adalah sebagai berikut.

Gugus pergi merupakan substituen yang lepas dari substrat, yang berarti atom atau gugus apa saja yang digeser dari ikatannya dengan atom karbon. Substrat bisa bermuatan netral atau positif,  sedangkan  nukleofil  bermuatan netral atau negatif. Pada umumnya nukleofil adalah ion yang bermuatan negatif (anion),  tetapi beberapa molekul netral dapat pula bertindak sebagai nukleofil contoh: H2O, CH3H dan CH3NH2. Hal ini disebabkan karena molekul-molekul netral tersebut, memiliki pasangan elektron menyendiri yang dapat digunakan untuk membentuk ikatan sigma dengan atom C substrat. Dalam reaksi substitusi nukleofilik bila nukleofilnya H2O atau OH disebut reaksi hidrolisis,   sedangkan bila nukleofil penyerangnya berupa pelarut disebut reaksi solvolisis

Reaksi substitusi nukleofilik dapat dituliskan dalam 4 macam, persamaan reaksi yaitu :


Keterangan :
Nu : atau Nu:- adalah nukleofil
L : atau L:- adalah gugus pergi
Ion atau molekul yang merupakan basa yang sangat lemah. Seperti I-, Cr-, dan Br- merupakan gugus pergi yang baik. Karena mudah di lepaskan ikatannya dari atom C substrat. Sedangkan nukleofil yang baik adalah nukleofil yang bersifat basa kuat.  Partisipasi gugus tetangga didefinisikan sebagai gugus yang memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul. Hasil dari partisipasi ini ialah pembentukan produk substitusi dengan konfigurasi yang berlawanan dengan konfigurasi yang seharusnya terjadi pada SN2, dimana reaksi SN2 pada umumnya membentuk konfigurasi yang berlawanan dengan substrat. Dengan adanya partisipasi gugus tetangga, konfigurasi produk sama dengan substrat.
  1. ·         Atom yang berpartisipasi gugus tetangga :
  2. ·         Ikatan C-C yang ada dalam gugus
  3. ·         Atom oksigen yang ada dalam suatu gugus
  4. ·         Atom nitrogen yang ada dalam suatu gugus
  5. ·         Gugus aril
  6. ·         Halogen

PERANAN GUGUS TETANGGA PADA MEKANISME REASKI SN2
Pada reaksi substitusi nukleofilik, partisipasi gugus tetangga didefinisikan sebagai gugus yang memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi subtitusi seperti
dibawah,  X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.
Hasil dari partisipasi ini ialah pembentukan produk substitusidengan konfigurasi yang berlawanan dengan konfigurasi yang seharusnya terjadi pada SN2, dimana reaksi SN2 pada umumnya membentuk konfigurasi yang berlawanan dengan substrat. Dengan adanya partisipasi gugus tetangga , konfigurasi produk  sama dengan substrat. Partisipasi gugus tetangga ini juga dapat mempengaruhi kecepatanreaksi. Jika suatu gugus tetangga mempengaruhi reaksi melalui suatu jalan yangmenyebabkan peningkatan kecepatan reaksi, maka gugus tetangga tersebut dikatakan sebagai “anchimeric assistance”. Peningkatan kecepatan reaksi dengan adanya partisipasi gugus tetangga diketahui dengan membandingkan laju reaksisuatu senyawa yang memiliki gugus tetangga dengan reaksi yang sama padasenyawa analog yang tidak memiliki gugus tetangga.Gugus tetangga dapat menggunakan pasangan elektronnya untuk berinteraksi dengan sisi belakang atom karbon yang menjalani substitusi, sehinggamencegah serangan dari nukleofilik, sehingga nukleofilik hanya dapat bereaksidengan atom karbon dari sisi depan, dan produknya mengikuti konfigurasi awal.Atom atau gugus yang dapat meningkatkan laju SN2 melalui partisipasi gugustetangga ialah nitrogen dalam bentuk amina, oksigen dalam bentuk karboksilatdan ion alkoksida, dan cincin aromatik.

Reaksi substitusi nukleofilik sangat umum dijumpai pada kimia organik, dan reaksi-reaksi ini dapat dikelompokkan sebagai reaksi yang terjadi pada karbon alifatik, atau pada karbon aromatik atau karbon tak jenuh lainnya (lebih jarang). Menurut kinetikanya, reaksi substitusi nukleofilik dapat dikelompokkan menjadi reaksi SN1 dan SN2.

Firdaus, 2013, Kimia Organik Fisik II, Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan Universitas Hasanuddin, Makassar.


Hart, Harold. 2004. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga








1.    Jelaskan menurut reaksi yang ada diatas, kenapa  gugus flourida yang paling sukar, Menurut teori asam-basa Lewis ?
2.    Apa pengaruh fungsi gugus tetangga dalam reaksi nukleofilik ?





31 komentar:

  1. Terima kasih atas materinya
    Menurut saya gugus tetangga dapat menggunakan pasangan elektronnya untuk berinteraksi dengan sisi belakang atom karbon yang menjalani substitusi sehingga mencegah serangan dari nukleofilik sehingga nukleofilik hanya dapat bereaksi dengan atom karbon dari sisi depan produknya mengikuti konfigurasi awal

    BalasHapus
  2. Terimksh kk silvia
    Sya akan menjawab
    1. Menurut teori asam-basa Lewis, F- adalah basa yang terkuat dari halida yang lain. Disamping itu, F- juga memiliki jari-jari atom yang terkecil dari semua unsur halogen lainya. Maka, dalam membentuk ikatan, unsur F lebih menarik elektronnya ke inti termasuk pasangan elektron ikatnya. Ini mengakibatkan ikatannya menjadi lebih kuat dan lebih sukar terlepas.
    Dalam reaksi substitusi ada yang disebut reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi substitusi elektrofilik. Dilihat dari namanya, nukleofilik memiliki arti cinta nukleus/inti. Nukleofil[3] rata-rata adalah anion, basa Lewis, atau spesi lain yang tertarik dengan inti. Dalam kimia organik, reaksi nukleofilik jika dituliskan secara umum adalah dengan menggunakan Nu-. Jadi, seperti reaksi di atas adalah reaksi substitusi nukleofilik. Lawan dari nukleofilik adalah elektrofilik. Elektrofil adalah spesi yang dapat ditarik spesi lain yang bermuatan negatif. Contoh reaksinya adalah reaksi pada benzena.

    2. fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  3. terima kasih atas materinya menurut saya fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  4. 1. Menurut teori asam-basa Lewis, F- adalah basa yang terkuat dari halida yang lain. Disamping itu, F- juga memiliki jari-jari atom yang terkecil dari semua unsur halogen lainya. Maka, dalam membentuk ikatan, unsur F lebih menarik elektronnya ke inti termasuk pasangan elektron ikatnya. Ini mengakibatkan ikatannya menjadi lebih kuat dan lebih sukar terlepas.
    Dalam reaksi substitusi ada yang disebut reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi substitusi elektrofilik. Dilihat dari namanya, nukleofilik memiliki arti cinta nukleus/inti. Nukleofil[3] rata-rata adalah anion, basa Lewis, atau spesi lain yang tertarik dengan inti. Dalam kimia organik, reaksi nukleofilik jika dituliskan secara umum adalah dengan menggunakan Nu-. Jadi, seperti reaksi di atas adalah reaksi substitusi nukleofilik. Lawan dari nukleofilik adalah elektrofilik. Elektrofil adalah spesi yang dapat ditarik spesi lain yang bermuatan negatif. Contoh reaksinya adalah reaksi pada benzena.

    2. fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  5. Saya akan menjawab pertanyaan dari kak Silvia,
    1. menurut saya pada teori asam-basa Lewis, F- adalah basa yang terkuat dari halida yang lain. Disamping itu, F- juga memiliki jari-jari atom yang terkecil dari semua unsur halogen lainya. Maka, dalam membentuk ikatan, unsur F lebih menarik elektronnya ke inti termasuk pasangan elektron ikatnya. Ini mengakibatkan ikatannya menjadi lebih kuat dan lebih sukar terlepas.
    Dalam reaksi substitusi ada yang disebut reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi substitusi elektrofilik. Dilihat dari namanya, nukleofilik memiliki arti cinta nukleus/inti.
    2. fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.
    terimakasih

    BalasHapus
  6. Terimakasih atas materinya, menurut saya pertanyaan no
    1. Menurut teori asam-basa Lewis, F- adalah basa yang terkuat dari halida yang lain. Disamping itu, F- juga memiliki jari-jari atom yang terkecil dari semua unsur halogen lainya. Maka, dalam membentuk ikatan, unsur F lebih menarik elektronnya ke inti termasuk pasangan elektron ikatnya. Ini mengakibatkan ikatannya menjadi lebih kuat dan lebih sukar terlepas.
    Dalam reaksi substitusi ada yang disebut reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi substitusi elektrofilik. Dilihat dari namanya, nukleofilik memiliki arti cinta nukleus/inti. Nukleofil[3] rata-rata adalah anion, basa Lewis, atau spesi lain yang tertarik dengan inti. Dalam kimia organik, reaksi nukleofilik jika dituliskan secara umum adalah dengan menggunakan Nu-. Jadi, seperti reaksi di atas adalah reaksi substitusi nukleofilik. Lawan dari nukleofilik adalah elektrofilik. Elektrofil adalah spesi yang dapat ditarik spesi lain yang bermuatan negatif. Contoh reaksinya adalah reaksi pada benzena.

    2. fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  7. saya akan mncoba menjawab pertanyaan nomor 1 yaitu:
    1. Menurut teori asam-basa Lewis, F- adalah basa yang terkuat dari halida yang lain. Disamping itu, F- juga memiliki jari-jari atom yang terkecil dari semua unsur halogen lainya. Maka, dalam membentuk ikatan, unsur F lebih menarik elektronnya ke inti termasuk pasangan elektron ikatnya. Ini mengakibatkan ikatannya menjadi lebih kuat dan lebih sukar terlepas.

    BalasHapus
  8. terimakasih atas pemaparan materi yang sangat bermanfaat saya akan mencoba menjawab pertanyaan No. 2 yaitu fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  9. Terima kasih atas materinya
    Berdasaekan pemaparan anda maka,
    1. Menurut teori asam-basa Lewis, F- adalah basa yang terkuat dari halida yang lain. Disamping itu, F- juga memiliki jari-jari atom yang terkecil dari semua unsur halogen lainya. Maka, dalam membentuk ikatan, unsur F lebih menarik elektronnya ke inti termasuk pasangan elektron ikatnya. Ini mengakibatkan ikatannya menjadi lebih kuat dan lebih sukar terlepas.
    Dalam reaksi substitusi ada yang disebut reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi substitusi elektrofilik. Dilihat dari namanya, nukleofilik memiliki arti cinta nukleus/inti. Nukleofil[3] rata-rata adalah anion, basa Lewis, atau spesi lain yang tertarik dengan inti. Dalam kimia organik, reaksi nukleofilik jika dituliskan secara umum adalah dengan menggunakan Nu-. Jadi, seperti reaksi di atas adalah reaksi substitusi nukleofilik. Lawan dari nukleofilik adalah elektrofilik. Elektrofil adalah spesi yang dapat ditarik spesi lain yang bermuatan negatif. Contoh reaksinya adalah reaksi pada benzena.

    2. fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  10. Jawaban unuk pertanyaan kedua, fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  11. Baiklah saya akan menjawab pertanyaan kedua, fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  12. Baiklah saya akan menjawab pertanyaan kedua, fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  13. saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.1
    Menurut teori asam-basa Lewis, F- adalah basa yang terkuat dari halida yang lain. Disamping itu, F- juga memiliki jari-jari atom yang terkecil dari semua unsur halogen lainya. Maka, dalam membentuk ikatan, unsur F lebih menarik elektronnya ke inti termasuk pasangan elektron ikatnya. Ini mengakibatkan ikatannya menjadi lebih kuat dan lebih sukar terlepas.
    Dalam reaksi substitusi ada yang disebut reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi substitusi elektrofilik. Dilihat dari namanya, nukleofilik memiliki arti cinta nukleus/inti. Nukleofil[3] rata-rata adalah anion, basa Lewis, atau spesi lain yang tertarik dengan inti. Dalam kimia organik, reaksi nukleofilik jika dituliskan secara umum adalah dengan menggunakan Nu-. Jadi, seperti reaksi di atas adalah reaksi substitusi nukleofilik. Lawan dari nukleofilik adalah elektrofilik. Elektrofil adalah spesi yang dapat ditarik spesi lain yang bermuatan negatif. Contoh reaksinya adalah reaksi pada benzena.
    terimakasih :)

    BalasHapus
  14. terimakasih untuk materinya..
    aaya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2 anda..

    2. menurut saya fungsi dari adanya gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  15. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan pertama :
    Menurut teori asam-basa Lewis, F- adalah basa yang terkuat dari halida yang lain. Disamping itu, F- juga memiliki jari-jari atom yang terkecil dari semua unsur halogen lainya. Maka, dalam membentuk ikatan, unsur F lebih menarik elektronnya ke inti termasuk pasangan elektron ikatnya. Ini mengakibatkan ikatannya menjadi lebih kuat dan lebih sukar terlepas.
    Dalam reaksi substitusi ada yang disebut reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi substitusi elektrofilik. Dilihat dari namanya, nukleofilik memiliki arti cinta nukleus/inti. Nukleofil[3] rata-rata adalah anion, basa Lewis, atau spesi lain yang tertarik dengan inti. Dalam kimia organik, reaksi nukleofilik jika dituliskan secara umum adalah dengan menggunakan Nu-. Jadi, seperti reaksi di atas adalah reaksi substitusi nukleofilik. Lawan dari nukleofilik adalah elektrofilik. Elektrofil adalah spesi yang dapat ditarik spesi lain yang bermuatan negatif. Contoh reaksinya adalah reaksi pada benzena.

    BalasHapus
  16. Menurut saya, fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  17. terimakasih ats materinya, menurut saya unuk pertanyaan pertama yaitu:
    Menurut teori asam-basa Lewis, F- adalah basa yang terkuat dari halida yang lain. Disamping itu, F- juga memiliki jari-jari atom yang terkecil dari semua unsur halogen lainya. Maka, dalam membentuk ikatan, unsur F lebih menarik elektronnya ke inti termasuk pasangan elektron ikatnya. Ini mengakibatkan ikatannya menjadi lebih kuat dan lebih sukar terlepas.
    Dalam reaksi substitusi ada yang disebut reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi substitusi elektrofilik. Dilihat dari namanya, nukleofilik memiliki arti cinta nukleus/inti. Nukleofil[3] rata-rata adalah anion, basa Lewis, atau spesi lain yang tertarik dengan inti. Dalam kimia organik, reaksi nukleofilik jika dituliskan secara umum adalah dengan menggunakan Nu-. Jadi, seperti reaksi di atas adalah reaksi substitusi nukleofilik. Lawan dari nukleofilik adalah elektrofilik. Elektrofil adalah spesi yang dapat ditarik spesi lain yang bermuatan negatif. Contoh reaksinya adalah reaksi pada benzena.

    BalasHapus
  18. materi yang sangat menarik, menurut saya fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  19. saya akan mencoba menjawa pertanyaan no 2. Reaksi substitusi nukleofilik sangat umum dijumpai pada kimia organik, dan reaksi-reaksi ini dapat dikelompokkan sebagai reaksi yang terjadi pada karbon alifatik, atau pada karbon aromatik atau karbon tak jenuh lainnya (lebih jarang). Menurut kinetikanya, reaksi substitusi nukleofilik dapat dikelompokkan menjadi reaksi SN1 dan SN2. dalam hal ini pengaruh gugus tetangga yaitu memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul

    BalasHapus
  20. Terimakasih atas penjelasannya ka silvia
    2.Fungsi dari adanya gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.
    Terimakasih :)

    BalasHapus
  21. Terima kasih atas materinya, saya akan menjawab pertanyaan pertama dimana menurut teori asam-basa Lewis, F- adalah basa yang terkuat dari halida yang lain. Disamping itu, F- juga memiliki jari-jari atom yang terkecil dari semua unsur halogen lainya. Maka, dalam membentuk ikatan, unsur F lebih menarik elektronnya ke inti termasuk pasangan elektron ikatnya. Ini mengakibatkan ikatannya menjadi lebih kuat dan lebih sukar terlepas.
    Dalam reaksi substitusi ada yang disebut reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi substitusi elektrofilik. Dilihat dari namanya, nukleofilik memiliki arti cinta nukleus/inti. Nukleofil[3] rata-rata adalah anion, basa Lewis, atau spesi lain yang tertarik dengan inti. Dalam kimia organik, reaksi nukleofilik jika dituliskan secara umum adalah dengan menggunakan Nu-. Jadi, seperti reaksi di atas adalah reaksi substitusi nukleofilik. Lawan dari nukleofilik adalah elektrofilik. Elektrofil adalah spesi yang dapat ditarik spesi lain yang bermuatan negatif. Contoh reaksinya adalah reaksi pada benzena.

    BalasHapus
  22. Terimakasih atas materi yang disampaikan
    Saya akan menjawab permasalahan yang ada
    Menurut teori asam-basa Lewis, F- adalah basa yang terkuat dari halida yang lain. Disamping itu, F- juga memiliki jari-jari atom yang terkecil dari semua unsur halogen lainya. Maka, dalam membentuk ikatan, unsur F lebih menarik elektronnya ke inti termasuk pasangan elektron ikatnya. Ini mengakibatkan ikatannya menjadi lebih kuat dan lebih sukar terlepas.
    Dalam reaksi substitusi ada yang disebut reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi substitusi elektrofilik. Dilihat dari namanya, nukleofilik memiliki arti cinta nukleus/inti. Nukleofil[3] rata-rata adalah anion, basa Lewis, atau spesi lain yang tertarik dengan inti. Dalam kimia organik, reaksi nukleofilik jika dituliskan secara umum adalah dengan menggunakan Nu-. Jadi, seperti reaksi di atas adalah reaksi substitusi nukleofilik. Lawan dari nukleofilik adalah elektrofilik. Elektrofil adalah spesi yang dapat ditarik spesi lain yang bermuatan negatif. Contoh reaksinya adalah reaksi pada benzena.
    Semoga bermanfaat

    BalasHapus
  23. fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  24. saya akan mencoba menjawa pertanyaan no 2. Reaksi substitusi nukleofilik sangat umum dijumpai pada kimia organik, dan reaksi-reaksi ini dapat dikelompokkan sebagai reaksi yang terjadi pada karbon alifatik, atau pada karbon aromatik atau karbon tak jenuh lainnya (lebih jarang). Menurut kinetikanya, reaksi substitusi nukleofilik dapat dikelompokkan menjadi reaksi SN1 dan SN2. dalam hal ini pengaruh gugus tetangga yaitu memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul

    BalasHapus
  25. jawaban pertanyaan 2, fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  26. terimakasih atas materinya disini pertanyaan kedua fungsi gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  27. Terimakasih kak silvia untuk materi kedua

    2.Gugus tetangga memiliki PEB untuk berinteraksi dengan sisi belakang atom karbon sehingga dapat mencegah serangan dari nukleofilik, dengan begitu nukleofil hanya bereaksi dengan sisi depan atom karbon dan membentuk produk berkonfirmasi sama dengan substrat. Selain itu, pengaruhnya juga pada percepatan laju reaksi.

    Sekian :)

    BalasHapus
  28. menurut saya
    1. Dikarenakan semakin lemah kebasaan suatu gugus, kemampuan untuk pergi lebih baik. Basa lemah merupakan gugus pergi terbaik karena basa lemah tidak bisa berbagi elektron mereka seperti basa kuat. Dimana gugus F adalah basa yg terkuat dari halida yang lain sedangkan gugus R dan I merupakan basa lemah

    BalasHapus
  29. Menurut saya untuk jawaban no. 2 fungsi dari adanya gugus tetangga dalam reaksi nuklofilik adalah memberikan suatu reaksi intermediate yang baru pada pusat reaksi. Untuk reaksi substitusi seperti dibawah, X sebagai gugus tetangga berperan dalam penyerangan nukleofilik intramolekul sehingga melepaskan Y sebagai gugus pergi, yang kemudian diikuti oleh substitusi intermolekul.

    BalasHapus
  30. Terimakasih atas materi yang disampaikan
    Saya akan menjawab permasalahan yang ada
    Menurut teori asam-basa Lewis, F- adalah basa yang terkuat dari halida yang lain. Disamping itu, F- juga memiliki jari-jari atom yang terkecil dari semua unsur halogen lainya. Maka, dalam membentuk ikatan, unsur F lebih menarik elektronnya ke inti termasuk pasangan elektron ikatnya. Ini mengakibatkan ikatannya menjadi lebih kuat dan lebih sukar terlepas.
    Dalam reaksi substitusi ada yang disebut reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi substitusi elektrofilik. Dilihat dari namanya, nukleofilik memiliki arti cinta nukleus/inti. Nukleofil[3] rata-rata adalah anion, basa Lewis, atau spesi lain yang tertarik dengan inti. Dalam kimia organik, reaksi nukleofilik jika dituliskan secara umum adalah dengan menggunakan Nu-. Jadi, seperti reaksi di atas adalah reaksi substitusi nukleofilik. Lawan dari nukleofilik adalah elektrofilik. Elektrofil adalah spesi yang dapat ditarik spesi lain yang bermuatan negatif. Contoh reaksinya adalah reaksi pada benzena.
    Semoga bermanfaat (:

    BalasHapus
  31. Terimakasih atas informasinya, sangat bermanfaat..
    Saya mencoba menjawab pertanyaan diatas..
    1. Gufus Fluorida merupakan senyawa halogen yang berada pada golongan VII A, periode 3,
    Kereaktifan gugus halogen dari bawah ke atas semakin reaktif..
    Sehingga gugus Fluorida lebih reaktif daripada gugus halogen lainnya dan menarik elektron ke inti atom, sehingga mengakibat gugus fluorida sukar lepas..
    2. Fungsi dari gugus tetangga adalah dapat terjadinya reaksi intramolekul yang merupan intermedit penyerangan gugus nukleofilik, sehingga gugus pergi mudah terlepas dan kemudian distabilkan dengan gugus lain yang bersifat nukleofilik ( Ion Hidroksida).

    BalasHapus