Dulu
digunakan untuk menerangkan senyawa pemberi aroma seperti benzaldehid (dari
buah cherries, peaches, dan almonds), toluena (dari balsam Tolu), dan benzena
(dari distilat batubara )
Sekarang
digunakan untuk merujuk kelas senyawa yang mengandung enam karbon seperti
cincin benzena dengan tiga ikatan rangkap dua. Aromatisitas adalah sebuah
sifat kimia dimana sebuah cincin terkonjugasi yang ikatannya terdiri dari
ikatan tidak jenuh, pasangan tunggal, atau orbit kosong menunjukan stabilitas
yang lebih kuat dibandingkan stabilitas sebuah sistem yang hanya terdiri dari
konjugasi. Aromatisitas juga bisa dianggap sebagai manifestasi dari
delokalisasi siklik dan resonansi.
Syarat-syarat Aromatisitas
1.
Molekul harus berbentuk siklik.
2. Setiap atom pada cincin tersebut harus
mempunyai orbital π, membentuk sistem berkonjugasi.
3.
Molekul haruslah planar.
4.
Jumlah elektron π molekul
haruslah ganjil dan memenuhi kaidah Huckel: (4n+2) elektronπ.
5.
Molekul-molekul yang mengandung 4n
elektron π adalah antiaromatik.
Kebanyakan senyawa secara alami
adalah bagian senyawa aromatik
1.
Hormon steroidal estron : Analgesik morfin
2.
Kebanyakan obat sintetik adalah bagian senyawa
aromatik : Obat antigelisah diazepam (Valium)
3.
Benzena: Ditemukan sebagai penyebab depresi sumsum
tulang . Menyebabkan leukopenia, atau menurunkan sel darah putih kalau terpapar
dalam waktu lama
Penamaan Senyawa Aromatis
Senyawa
aromatik diberi nama dengan nama non-sistematis, akan tetapi nama nonsistematik tidak dianjurkan tetapi
diizinkan oleh IUPAC . Misalnya :
1. Nama
umum metilbenzena adalah toluene
2. Nama
umum hydroksibenzena adalah fenol
3. Nama
umum aminobenzena adalah anilina
Sifat-sifat
senyawa aromatis
1. Sifat
Fisik
·
Zat cair tidak berwarna
·
Memiliki bau yang khas
·
Mudah menguap
·
Benzena digunakan sebagai pelarut.
·
Tidak larut dalam pelarut polar seperti
air air, tetapi larut dalam pelarut yang kurang polar atau nonpolar, seperti
eter dan tetraklorometana
·
Larut dalam berbagai pelarut organik.
·
Benzena dapat membentuk campuran azeotrop
dengan air.
·
Densitas : 0,88
·
Senyawanya berupa senyawa
lingkar/siklis.
·
Terjadi resonansi (pergerakan elektron
di dalam molekul).
·
Terjadi delokalisasi elektron pada
struktur benzena.
·
Mempunyai aroma yang khas.
2. Titik
Didih Dan Titik Leleh Beberapa Senyawa Aromatis
TL
|
TD
|
|
BENZENA
|
5,5
|
80
|
TOLUNA
|
-95
|
111
|
o-XILENA
|
-25
|
144
|
m-XILENA
|
-48
|
139
|
p-XILENA
|
13
|
138
|
3. Sifat
Kimia
·
Bersifat bersifat
toksik-karsinogenik (hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut, hanya
gunakan apabila tidak ada alternatif lain misalnya toluena)
·
Merupakan senyawa nonpolar
·
Tidak begitu reaktif, tapi mudah
terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
·
Lebih mudah mengalami reaksi substitusi
dari pada adisi.
·
walaupun sukar diadisi tapi benzena
masih dapat diadisi dengan katalis yang tepat, misalnya:
1. Adisi dengan hidrogen dengan katalis
Ni/Pt halus.
2. Adisi dengan CL2 atau BR2 dibawah
sinar matahari.
·
Sukar dioksidasi dengan senyawa
oksidator seperti KMnO4, K2Cr2O7,
dll.
·
Reaksi pada benzena harus menggunakan
katalis karena kestabilan mole
Fessenden, R.
J dan J. S. Fessenden. 1986. Kimia Organik (terjemahan
dari Organic Chemistry, 3rd Edition). Jakarta: Erlangga.
Permasalahan :
Mengapa benzena itu lebih mudah mengalami reaksi
substitusi dari pada adisi ?



terima ksih tas materinya, menurut saya hal ini dikarenakan adanya resonansi dari benzene sehingga sangat sulit untuk memutus ikatan rangkap dua atau ikan phi untukterjadinya adisi, sehingga lebih mudah terjadi substitusi
BalasHapusKarena elektron pada benzen mengalami resonansi, sehingga senyawa yang akan mengadisi akan kebingungan.
BalasHapus, menurut saya hal ini dikarenakan adanya resonansi dari benzene sehingga sangat sulit untuk memutus ikatan rangkap dua atau ikan phi untukterjadinya adisi, sehingga lebih mudah terjadi substitusi
BalasHapus